Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp 150 triliun setiap tahun karena uang tersebut digunakan untuk layanan kesehatan di luar negeri. Data menunjukkan bahwa sekitar 2 juta masyarakat Indonesia memilih untuk berobat di luar negeri. Menurut Erick, populasi Indonesia saat ini berada pada usia yang produktif, yaitu rata-rata 30,4 tahun, yang berarti pada masa mendatang, mereka akan menghadapi risiko kesehatan tertentu saat memasuki usia senja.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, KEK Sanur di Bali diresmikan oleh Erick sebagai solusi untuk menyediakan layanan kesehatan yang akan semakin dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia di masa depan. KEK Sanur dirancang sebagai kompleks pariwisata medis terintegrasi pertama di Indonesia, dengan fasilitas seperti rumah sakit, klinik spesialis, pusat riset medis, hotel, dan pusat konvensi. Harapannya, kehadiran KEK Sanur dapat mengurangi jumlah warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri.
Tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan medis baik dari dalam negeri maupun luar negeri, KEK Sanur juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Dengan adanya infrastruktur kesehatan yang lengkap dan terintegrasi, diharapkan masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang memadai tanpa harus pergi ke luar negeri.
