Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang sehat dan praktis, karena mengandung protein, vitamin, dan mineral seperti selenium dan kolin. Meskipun begitu, banyak yang percaya bahwa terlalu banyak konsumsi telur dapat menyebabkan bisulan. Bisul sendiri adalah peradangan pada folikel rambut yang ditandai dengan benjolan merah berisi nanah yang terasa nyeri. Meskipun ada anggapan bahwa bisul disebabkan oleh konsumsi telur berlebihan, belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut. Sebenarnya, penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut, bukan karena makan telur. Bakteri tersebut dapat menginfeksi tubuh melalui luka gores atau gigitan serangga, bukan dari konsumsi telur.
Alergi telur memang dapat terjadi, terutama pada anak-anak, dimana sistem imun tubuh menganggap protein dalam telur sebagai zat berbahaya dan melepaskan histamin untuk melindungi tubuh. Reaksi alergi ini dapat menyebabkan gejala seperti ruam dan gatal-gatal pada kulit, yang jika digaruk berlebihan dapat menyebabkan luka dan berpotensi mengundang infeksi. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko munculnya bisul pada kulit. Jadi, sebaiknya jika terjadi reaksi alergi akibat telur, hindari untuk menggaruk kulit secara berlebihan.

