Sulitnya mendapatkan pekerjaan di dalam negeri mendorong sebagian anak muda Indonesia untuk mencari peluang kerja di luar negeri. Salah satu destinasi yang semakin diminati adalah Jepang, terutama setelah pemerintah membuka skema penempatan resmi melalui jalur Government-to-Government (G to G). Berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), penempatan tenaga kerja melalui skema G to G mengalami peningkatan signifikan, dengan Jepang menjadi salah satu lima negara tujuan utama bersama dengan Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan Turki.
Adapun jabatan yang paling umum saat ini di antaranya adalah house maid, caregiver, worker, domestic worker, dan plantation worker. Mayoritas pekerja migran berasal dari provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Di sisi lain, Jakarta Job Fair 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) Jakarta Selatan tidak menarik minat seperti sebelumnya, meskipun dihadiri oleh puluhan perusahaan.
Banyak lowongan yang tersedia di Job Fair tersebut untuk posisi admin, customer service, marketing, dan sales project. Namun, para pelamar sering hanya diminta untuk mengisi formulir lewat barcode tanpa interaksi langsung dengan perekrut. Beberapa pencari kerja merasa frustrasi karena sering kali gagal dalam proses seleksi. Data BP2MI menunjukkan bahwa penempatan pekerja migran perempuan masih mendominasi, dengan peningkatan jumlah penempatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Di tengah sulitnya situasi lapangan kerja di dalam negeri, peluang kerja ke Jepang mulai terbuka lebar. Indonesia menjadi salah satu negara yang berpeluang besar untuk mengisi lowongan pekerjaan di Jepang berkat reputasi pekerja yang rajin dan cepat belajar. Program magang yang ditawarkan memberikan gaji menarik mulai dari Rp 12 juta per bulan, dengan persyaratan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang JLPT N4. Banyak pekerja magang Indonesia yang setelah 3 tahun kembali bekerja ke Jepang dengan status lebih tinggi dan penghasilan lebih besar, atau memilih untuk membuka usaha di kampung halaman setelah pulang dari Jepang.
Peluang kerja ke Jepang dinilai sebagai solusi di tengah tingginya jumlah pencari kerja dan keterbatasan lowongan di dalam negeri. Program magang ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Itulah sebabnya peluang kerja ke Jepang semakin diminati oleh para pencari kerja di Indonesia.
