Gerald Vanenburg membahas hasil pertandingan melawan Malaysia dengan menyebut absennya Arkhan Fikri. Vanenburg mengakui bahwa ketiadaan pemain kelahiran 2004 tersebut sangat terasa karena Arkhan Fikri mampu beroperasi dengan baik di lini tengah.
Vanenburg menilai pertandingan hari itu sulit karena Malaysia bermain rapat dan defensif. Dia menyayangkan kehilangan pemain seperti Arkhan Fikri, yang dianggapnya sebagai sosok yang bisa bermain dengan leluasa di lini tengah. Juru taktik berusia 61 tahun itu mengutarakan pandangannya dalam konferensi pers setelah laga di SUGBK pada Senin malam.
Kehadiran Arkhan Fikri yang tidak dapat ikut bermain membuat timnas Indonesia harus bekerja ekstra keras. Meskipun demikian, Vanenburg tetap optimis untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya dan berharap dapat meraih hasil yang lebih baik.
