Arema FC sebenarnya sempat mencoba membalikkan keadaan di babak kedua, tetapi tekanan yang mereka bangun tak cukup untuk menembus rapatnya pertahanan Dewa United. Laga pekan ke-5 BRI Super League itu justru makin berat bagi tuan rumah setelah tim tamu tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Banten Warriors pulang dengan kemenangan 2-1, meski Arema baru benar-benar menyerah setelah perlawanan mereka terus dipatahkan sampai menit-menit akhir.
Arema selamat dari kartu merah, tapi tetap buntu
Drama sempat muncul pada menit ke-54 ketika Luiz Gustavo nyaris diusir keluar lapangan usai menerima kartu kuning kedua. Situasi itu sempat membuat kubu Arema FC tertekan, namun keputusan wasit berubah setelah peninjauan VAR. Kartu tersebut akhirnya dicabut, dan Arema bisa melanjutkan pertandingan dengan 11 pemain.
Meski lolos dari ancaman bermain pincang, Arema tetap kesulitan mencari gol penyama kedudukan. Hingga laga melewati menit ke-70, alur serangan mereka belum juga menghasilkan ancaman yang benar-benar membahayakan gawang lawan.
Dewa United lebih tajam saat momen penting datang
Di sisi lain, Dewa United justru menunjukkan efektivitas yang lebih baik. Pada menit ke-73, Egy Maulana Vikri hampir menambah keunggulan, tetapi peluangnya belum berbuah gol. Tekanan itu akhirnya benar-benar menjadi gol pada menit ke-77 lewat Taisei Marukawa.
Gol kedua Dewa United lahir dari situasi rebound setelah tembakan Ricky Kambuaya membentur mistar gawang. Marukawa sigap menyambar bola liar dan mengubah skor menjadi 2-0. Upaya Lucas Frigeri untuk menghalau bola tak cukup menghentikan laju tembakan tersebut.
Gol telat Dalberto tak mengubah hasil akhir
Arema FC baru bisa memperkecil ketertinggalan pada masa tambahan waktu enam menit melalui Dalberto. Gol itu sempat memberi harapan kecil bagi tuan rumah, tetapi waktu sudah terlalu sempit untuk mengejar ketertinggalan.
Dewa United pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 dan membawa pulang poin penuh dari pekan ke-5. Bagi Arema, laga ini kembali menegaskan bahwa dominasi permainan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir jika penyelesaian akhir masih tumpul.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
