Hydroplus Soccer League kini menjadi fokus utama dalam pengembangan ekosistem sepak bola putri. Menurut Teddy Tjahjono, Direktur Program Hydroplus Soccer League dari Bakti Olahraga Djarum Foundation, mereka telah menyusun strategi pengembangan yang ambisius. Langkah ini sejalan dengan upaya pemassalan di akar rumput melalui MilkLife Soccer Challenge dan Piala Pertiwi untuk turnamen usia dini. Liga U-15 dan U-18 ini diharapkan akan memberikan peran penting dalam menuntun para pesepakbola putri menuju level profesional.
Tidak hanya sekadar sebagai ajang kompetisi, Hydroplus Soccer League juga dianggap sebagai jembatan penting menuju liga sepak bola putri profesional yang dijanjikan oleh PSSI pada tahun 2027. Tujuan dari liga ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi para pesepak bola putri untuk meraih karier di level tertinggi, baik secara nasional maupun internasional.
Antusiasme terhadap Hydroplus Soccer League terlihat tinggi, baik dari para pemain maupun pelatih. Albianca Raula, salah satu peserta MilkLife Soccer Challenge, mengungkapkan rasa senangnya atas adanya liga khusus untuk putri ini. Selain itu, Direktur Teknik dari Raga Negeri Football Academy, Yopi Riwoe, juga memberikan dukungan positif atas pentingnya liga ini dalam mengembangkan sepak bola wanita di Indonesia.




