Rui Amorim mengakui bahwa persoalan utama Manchester United bukanlah hanya sebatas formasi yang mereka gunakan. Menurutnya, hal-hal kecil dan kualitas eksekusi di lapangan merupakan faktor yang lebih krusial daripada sekadar mengganti strategi di papan taktik. Menurut Amorim, kekurangan timnya saat menguasai bola dan dalam bertahan menjadi masalah utama yang perlu diatasi. Selain itu, beberapa momen krusial dalam pertandingan juga berdampak buruk bagi tim, seperti kegagalan mengeksekusi tendangan penalti.
Lebih lanjut, Amorim menyatakan bahwa timnya kurang kuat dalam mengontrol bola, kurang energik saat kehilangan bola, dan akhirnya mengalami kekalahan. Ia juga menambahkan contoh saat timnya berhasil mencetak gol penalti melawan Fulham. Pada gol terakhir, upaya mereka untuk memenangkan pertandingan melibatkan seluruh pemain di luar posisi yang semestinya. Hal ini bisa terjadi dalam berbagai formasi seperti 4-3-3 atau 3-4-3. Oleh karena itu, menurut Amorim, hal-hal detail di lapangan jauh lebih penting daripada hanya sekadar memperhatikan sistem strategi yang digunakan oleh tim.
