Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat bahwa total investasi Jakarta mencapai Rp140 triliun pada kuartal II dan III tahun 2025, mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Menurut Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Herizkianto, investasi tersebut akan terus bertambah dengan target mencapai sekitar Rp160 triliun hingga akhir tahun ini. Pemprov DKI Jakarta terus membuka pintu bagi investasi baik dari dalam maupun luar negeri, salah satunya melalui perhelatan Jakarta Investment Festival (JIF) 2025 dengan total nilai proyek sebesar Rp403,9 triliun.
Beberapa sektor proyek yang dianggap potensial meliputi properti, kawasan serbaguna, infrastruktur olahraga, pengembangan berorientasi transit, transportasi, air bersih, pusat kreatif, air limbah, serta pembangunan urban. Melalui JIF 2025, Pemprov DKI Jakarta berperan sebagai fasilitator untuk melihat potensi investasi yang akan masuk ke Jakarta. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky Perdana Gozali berharap JIF 2025 dapat menjadi platform strategis bagi Jakarta untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dan mempromosikan potensi investasi ekonomi. Tema JIF 2025 adalah “Jakarta The Epicentrum of ASEAN: Invest SMART for a Global Start”, yang mendorong kolaborasi antara investor dengan BUMD Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global pada tahun 2030.
Rangkaian kegiatan dalam JIF 2025 mencakup workshop, seminar, unjuk hasil proyek, pertemuan bisnis, dan berlangsung pada hari ini. Dengan adanya inovasi dan inisiatif melalui JIF 2025, diharapkan dapat meningkatkan antusiasme positif antara investor domestik dan internasional, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi investasi global. Dengan demikian, investasi yang masuk ke Jakarta diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
