Penerimaan negara dari sektor pajak kembali menjadi sorotan menjelang penutupan tahun anggaran 2025. Di tengah proyeksi shortfall atau kekurangan realisasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan masih yakin kondisi itu bisa dikendalikan agar tidak melebar. Keyakinan tersebut bertumpu pada serangkaian langkah yang kini disiapkan pemerintah, mulai dari pengawasan yang lebih ketat hingga dorongan terhadap aktivitas ekonomi.
Pengawasan Pajak Diperketat untuk Tekan Kebocoran
Purbaya menegaskan, pemerintah akan memperkuat pengawasan di bidang perpajakan, kepabeanan, dan cukai untuk menekan potensi penyelewengan. Selain pengawasan manual, penggunaan teknologi informasi juga didorong agar pengawasan menjadi lebih cepat dan lebih presisi. Salah satu instrumen yang diandalkan adalah Coretax, yang diharapkan mampu membantu meminimalkan pelanggaran pajak serta memperbaiki kepatuhan wajib pajak.
Langkah ini ditempuh di tengah tekanan realisasi penerimaan yang belum sepenuhnya mengikuti target. Hingga 30 September 2025, penerimaan pajak baru mencapai Rp1.516,6 triliun, sementara target akhir tahun anggaran 2025 diproyeksikan berada di level Rp2.387,3 triliun. Selisih itu membuat pemerintah perlu bergerak lebih agresif dalam tiga bulan terakhir tahun ini.
Dana Rp200 Triliun Dipakai Dorong Ekonomi
Selain menutup celah penerimaan, pemerintah juga mencoba mempercepat mesin ekonomi lewat kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Purbaya menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun pada bank milik negara untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Harapannya, likuiditas yang lebih longgar bisa menggerakkan aktivitas usaha, memperbesar perputaran ekonomi, dan pada akhirnya ikut mengangkat setoran pajak.
Strategi ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga stimulus untuk memperkuat basis penerimaan. Dengan ekonomi yang tumbuh lebih cepat, ruang fiskal diharapkan ikut membaik dan tekanan pada penerimaan pajak bisa ditekan.
Kepabeanan dan Cukai Juga Jadi Perhatian
Di luar pajak, penerimaan kepabeanan dan cukai juga ikut masuk dalam radar evaluasi. Meski targetnya telah dinaikkan, realisasi hingga September masih berada di bawah proyeksi. Kondisi itu membuat pemerintah harus menjaga dua sisi sekaligus: mengamankan penerimaan yang sudah ada dan mendorong pertumbuhan agar sumber penerimaan baru ikut terbentuk.
Di tengah tantangan tersebut, Purbaya tetap menyampaikan optimisme bahwa strategi yang dijalankan bisa menjaga agar shortfall tidak membesar. Kombinasi antara pengawasan yang lebih ketat, pemanfaatan sistem digital, dan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi andalan pemerintah untuk menutup tahun anggaran dengan hasil yang lebih terkendali.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
