Wagub Rano Karno Bantah Banyak Siswa Ingin Pindah Sekolah

Isu soal banyak siswa SMAN 72 Jakarta yang disebut ingin pindah sekolah usai ledakan di komplek Kodama TNI AL dibantah langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Ia menegaskan, kabar tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurut Rano, jumlah siswa yang benar-benar ingin pindah tidak banyak, dan yang muncul lebih banyak berasal dari kekhawatiran sebagian orang tua, terutama karena jarak rumah ke sekolah yang dinilai cukup jauh.

Rano: Siswa Masih Ingin Tetap Belajar di SMAN 72

Rano mengatakan, secara umum para siswa tetap ingin melanjutkan pendidikan di SMAN 72 Jakarta. Meski begitu, ia mengakui peristiwa ledakan itu meninggalkan dampak psikologis bagi para siswa. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta bersama sejumlah pihak telah mengirim tim psikiater untuk memberikan pendampingan kepada siswa yang membutuhkan.

Langkah ini, kata Rano, dilakukan agar para siswa mendapat dukungan yang memadai setelah mengalami situasi yang tidak mudah. Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada kondisi fisik korban, tetapi juga pada pemulihan mental mereka.

Kepala Sekolah Sebut Isu Pindah Tidak Benar

Pernyataan serupa juga disampaikan Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tety Helena Tampubolon. Ia menyebut isu bahwa banyak siswa ingin pindah sekolah tidak benar. Menurut Tety, memang sempat ada orang tua yang meminta anaknya dipindahkan karena khawatir kondisi psikologis mereka terganggu setelah insiden tersebut.

Namun, setelah mendapatkan pendampingan dan dukungan, para siswa justru berubah pikiran. Mereka disebut ingin tetap bersekolah di SMAN 72 sampai lulus. Kondisi ini menunjukkan bahwa kehadiran pendampingan psikologis menjadi faktor penting dalam membantu siswa kembali merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah.

Masih Ada 13 Korban Dirawat

Hingga saat ini, sebanyak 13 korban ledakan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Proses pemulihan para korban masih terus berlangsung, sementara pihak terkait juga terus memantau kondisi siswa dan keluarga yang terdampak.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.