Praktik makan daging anjing terus bertahan di beberapa negara meskipun menimbulkan kontroversi global. Beberapa masyarakat memandangnya sebagai bagian dari tradisi, sementara kelompok perlindungan hewan menentangnya karena dianggap tidak manusiawi. Organisasi internasional memperkirakan puluhan juta anjing dibunuh setiap tahun untuk tujuan konsumsi. Beberapa negara dengan konsumsi daging anjing yang dikenal termasuk China, Vietnam, Korea Selatan, Filipina, Indonesia, Thailand, Laos, Kamboja, dan Nagaland, India. China menempati peringkat teratas dengan konsumsi daging anjing terbesar, diikuti oleh Vietnam dan Korea Selatan. Walaupun negara seperti Taiwan dan Hong Kong telah melarang konsumsi daging anjing, praktik ini masih berlanjut di beberapa daerah. Konsumsi daging anjing juga diwarnai oleh dampak kesehatan, di mana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa perdagangan dan konsumsi daging anjing dapat menyebabkan penyakit serius seperti rabies, kolera, dan trichinellosis. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi yang ketat untuk mengawasi praktik konsumsi daging anjing demi kesejahteraan masyarakat dan hewan.

