Solusi Gen Z: Jadi Teknisi dan Sopir Truk, Saran CEO

Pendidikan dianggap sebagai kunci untuk memasuki dunia kerja, namun CEO perusahaan rekrutmen terbesar di dunia, Randstad, Sander van ‘t Noordende menegaskan bahwa jalur kuliah tidak lagi menjamin pekerjaan, terutama di era kecerdasan buatan (AI). Van ‘t Noordende memperingatkan bahwa jutaan lulusan Generasi Z menghadapi pengangguran, sementara pasar kerja white collar sedang membeku.

Dia menyarankan fresh graduate untuk mempertimbangkan karir di sektor seperti bartender, barista, teknisi bangunan, dan pekerja terampil yang memiliki peluang kerja yang lebih terbuka. Peluang kerja di sektor white collar semakin menurun karena adopsi AI sudah setara dengan pekerja entry-level dan berpotensi mengurangi separuh posisi kantoran pada tahun 2030.

Van ‘t Noordende juga menekankan pentingnya memperoleh keterampilan yang diperlukan dalam lingkungan kerja modern daripada sekadar mengikuti passion. Bagi yang tetap ingin mengejar pendidikan, bidang STEM dianggap masih relevan mengingat tingkat studi STEM yang lebih tinggi di China dibanding Amerika Serikat dan Eropa.

Menurutnya, beradaptasi dengan perubahan ekonomi dengan berpindah profesi bukanlah tanda kegagalan, melainkan langkah adaptasi yang diperlukan. Van ‘t Noordende menegaskan bahwa belajar keterampilan baru dan beradaptasi dengan perubahan adalah kunci untuk berhasil di tengah dinamika pasar kerja yang terus berubah.

Source link