Pesawat ATR Hilang di Maros: 10 Orang Dinyatakan Tidak Berhasil Ditemukan

Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, 10 Orang di Dalamnya Masih Dicari

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, hingga kini belum ditemukan. Pesawat yang tengah terbang dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG) itu membawa 10 orang, terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.

Pencarian Difokuskan di Kawasan Kapur Bantimurung

Kementerian Perhubungan menyebut laporan hilangnya pesawat tersebut telah diterima dan operasi pencarian sedang diarahkan ke wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros. Lokasi itu menjadi titik fokus setelah pesawat dinyatakan tidak lagi terhubung dengan pengawas penerbangan.

Untuk mempercepat proses penelusuran, pencarian lanjutan dijadwalkan melibatkan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas. Di sisi lain, AirNav Indonesia juga akan menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) sebagai pemberitahuan resmi bagi dunia penerbangan terkait kegiatan pencarian dan pertolongan di area tersebut.

Koordinasi Intensif dengan Berbagai Instansi

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan koordinasi terus dilakukan secara intensif guna memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan berjalan optimal. Seluruh instansi terkait kini bergerak dalam satu jalur komunikasi untuk memperbarui informasi di lapangan dan menyesuaikan langkah pencarian sesuai kondisi terbaru.

Di saat yang sama, Kementerian Perhubungan kembali mengingatkan operator penerbangan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Kepatuhan pada persyaratan cuaca minimum sesuai Standar Prosedur Operasional (SOP) juga ditekankan, termasuk penerapan ALAR (Approach and Landing Accident Reduction) Toolkit sebagai upaya mencegah incident dan accident.

Cuaca Saat Kejadian Masih Dikaji

Berdasarkan informasi awal, kondisi cuaca saat peristiwa terjadi menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer dengan langit sedikit berawan. Namun, data tersebut masih terus dikoordinasikan dengan BMKG untuk memastikan gambaran cuaca yang lebih utuh pada saat pesawat dilaporkan hilang kontak.

Sejumlah Surat Edaran yang telah diterbitkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga kembali menjadi acuan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan penerbangan pada batas weather minima. Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, perhatian kini tertuju pada hasil operasi di kawasan pegunungan kapur Maros, tempat jejak pesawat terakhir kali dilacak.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.