Penjelasan Penurunan Harga Bitcoin di Bawah USD 78.000

Bitcoin Tembus Tekanan, Anjlok di Bawah USD 78.000 di Tengah Gejolak Pasar

Bitcoin kembali berada di bawah tekanan besar setelah turun menembus level USD 78.000. Koreksi ini terjadi di tengah pasar yang masih rapuh, dipicu oleh gejolak harga perak serta keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait calon Ketua Federal Reserve. Dalam situasi seperti ini, pergerakan aset kripto kembali menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap sentimen makro dan kebijakan moneter AS.

Kripto utama ikut melemah

Penurunan Bitcoin tidak berdiri sendiri. Sejumlah aset kripto besar lain juga ikut terkoreksi setelah volatilitas mewarnai perdagangan sepanjang pekan ini. Ethereum tercatat turun sekitar 11 persen ke USD 2.382,57, sementara Solana merosot 13 persen ke posisi USD 101,91. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan jual tidak hanya menghantam satu aset, tetapi merembet ke pasar kripto secara lebih luas.

Bitcoin sendiri melemah 7,6 persen, mempertegas bahwa minat investor sedang tertekan. Bagi pelaku pasar, level harga seperti ini kerap menjadi sinyal bahwa sentimen risiko masih dominan dan belum ada dorongan kuat untuk kembali masuk ke aset digital.

Efek pilihan Trump terhadap pasar

Salah satu faktor yang ikut memengaruhi pasar adalah penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed oleh Donald Trump. Keputusan itu membuat dolar Amerika Serikat menguat, dan penguatan dolar biasanya menjadi hambatan bagi Bitcoin yang kerap dipandang sebagai aset lindung nilai atau alternatif terhadap mata uang fiat.

Jika Senat AS menyetujui pencalonannya, Warsh akan menggantikan Jerome Powell pada Mei mendatang. Nama Warsh sendiri menarik perhatian pasar karena dikenal memiliki pandangan tegas soal kebijakan moneter dan pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed. Trump juga disebut memilih Warsh karena sikapnya yang pro kripto, sehingga langkah ini langsung dibaca investor sebagai sinyal penting bagi arah kebijakan ke depan.

Tekanan berlapis bagi investor ritel

Koreksi di pasar kripto datang di saat investor ritel juga masih merasakan dampak dari aksi jual besar-besaran di pasar perak. Kombinasi dua tekanan ini membuat suasana pasar semakin berat, terutama bagi mereka yang mengandalkan momentum jangka pendek. Di tengah kondisi tersebut, setiap perubahan kebijakan dan pergerakan dolar AS kini menjadi faktor yang semakin diperhatikan oleh pelaku pasar global.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.