Akhir Perjanjian AS-Rusia Mendorong Trump Uji Coba Senjata Nuklir

Presiden AS, Donald Trump, sedang mempertimbangkan ekspansi armada nuklir Amerika Serikat dan uji coba senjata nuklir di bawah tanah setelah berakhirnya perjanjian pengendalian dengan Rusia. Ini adalah langkah yang menunjukkan perubahan signifikan dalam kebijakan AS yang selama ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir.

Sejak perjanjian New START antara AS dan Rusia resmi berakhir pada 5 Februari, AS sedang meninjau beberapa opsi untuk menempatkan senjata nuklir tambahan dan mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali uji coba nuklir. Trump menolak perpanjangan perjanjian tersebut dan mengusulkan perjanjian baru yang dianggapnya lebih baik dan modern.

Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan Trump termasuk memperkuat kapasitas nuklir yang ada dan mengaktifkan kembali hulu ledak nuklir cadangan yang selama ini disimpan. Langkah-langkah seperti mengaktifkan kembali tabung peluncur rudal di kapal selam kelas Ohio milik Angkatan Laut AS juga sedang dipertimbangkan.

Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menekan Rusia dan China agar mau bernegosiasi dalam perjanjian baru untuk pengendalian senjata. Namun, beberapa pakar juga mengkhawatirkan bahwa langkah ini bisa memicu perlombaan persenjataan yang lebih luas. Trump bahkan telah menyuarakan keinginannya untuk memulai kembali uji coba nuklir yang setara dengan yang dilakukan oleh Rusia dan China.

Source link