Raisha Anindra Pascasiswi, seorang ibu dari anak WNI yang menjadi korban tabrak maut di Singapura, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas. Untuk membantu mengatasi biaya perawatan medis yang terus meningkat, sejumlah rekan Raisha telah menggalang donasi. Ajakan penggalangan dana tersebut disebarkan melalui akun Instagram Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan telah mendapat respons positif dengan ribuan likes dan shares.
Raisha dan suaminya merupakan lulusan Sastra Cina dan Sastra Jawa Universitas Indonesia angkatan 2013. Keadaan Raisha masih kritis sehingga diperlukan perawatan intensif di ruang ICU. Meskipun kondisinya sudah stabil, Raisha masih membutuhkan perawatan lanjutan. KBRI Singapura telah memberikan konfirmasi mengenai situasi terbaru Raisha dan keluarga korban. Keluarga memiliki rencana untuk membawa Raisha pulang ke Indonesia untuk perawatan lebih lanjut, namun tim dokter menyarankan untuk menunda pemulangan karena kondisi medisnya yang belum memungkinkan.
Peristiwa tragis ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga Raisha, terutama bagi Rara Anindita Swargastha, kakak Raisha. Sheyna Lashira, anak Raisha yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, dikenal sebagai sosok anak yang ceria dan penuh perhatian. Unggahan media sosial keluarga juga menggambarkan Sheyna sebagai anak yang aktif dan gemar mengenakan pakaian berwarna cerah. Kedatangan jenazah Sheyna ke Indonesia dan pemakamannya di Jakarta Selatan turut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya.
