Serangan siber melalui e-mail masih sering terjadi dan perlu diwaspadai oleh pengguna surat elektronik (e-mail) pada tahun 2025 dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2026. Data dari Kaspersky, perusahaan keamanan siber asal Rusia, mencatat peningkatan jumlah lampiran e-mail berbahaya sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 44,99% dari lalu lintas global e-mail juga teridentifikasi sebagai spam pada tahun 2025. Ancaman spam tidak hanya terdiri dari e-mail yang tidak diinginkan, tetapi juga meliputi phishing dan malware.
Phishing merupakan ancaman yang tidak boleh dianggap remeh. Laporan dari Kaspersky menyebutkan bahwa sepuluh serangan bisnis dimulai dengan phishing, terutama dalam bentuk advanced persistent threats (APT). Pada tahun 2025, terjadi peningkatan kecanggihan serangan e-mail yang ditargetkan dengan detail-detail yang dirancang secara cermat dan modifikasi AI generatif yang memperkuat ancaman tersebut.
Kawasan Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Rusia, dan Afrika menjadi target utama serangan siber melalui e-mail. China menempati peringkat tertinggi dalam deteksi lampiran e-mail berbahaya diikuti oleh Rusia, Meksiko, Spanyol, dan Turki. Deteksi antivirus untuk e-mail mencapai puncaknya pada bulan Juni, Juli, dan November.
Untuk mengatasi e-mail phishing, Kaspersky merekomendasikan beberapa langkah keamanan, seperti hati-hati terhadap undangan online yang tidak diminta, memeriksa URL dengan cermat sebelum mengklik, tidak menghubungi nomor telepon yang tertera dalam e-mail mencurigakan, menggunakan Kaspersky Security for Mail Server untuk perlindungan yang kuat, memastikan semua perangkat perusahaan dilengkapi dengan perangkat lunak keamanan, dan memberikan pelatihan rutin kepada karyawan tentang taktik phishing modern. Semua langkah ini akan membantu pengguna e-mail tetap aman dari serangan siber dan phishing yang terus meningkat hingga tahun 2026.
