Indonesia Mendorong Dialog AS-Iran: Fasilitasi Perundingan

Indonesia telah mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menggunakan dialog serta diplomasi sebagai upaya meredakan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menekankan pentingnya menghormati kedaulatan setiap negara dan menyelesaikan perbedaan dengan cara damai. Indonesia juga siap untuk memfasilitasi perundingan antara AS dan Iran guna menciptakan kondisi keamanan yang kondusif di kawasan tersebut.

Menurut pernyataan Kemlu RI, Presiden Indonesia bersedia untuk melakukan mediasi di Tehran apabila kedua belah pihak menyetujuinya. Peningkatan ketegangan di Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan perdamaian dunia, sehingga upaya diplomasi terus dikedepankan. Kemlu juga mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak untuk tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.

Israel dan AS telah melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Serangan tersebut merupakan yang kedua kali dilakukan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak serangan pertama pada Juni 2025. Trump menyatakan operasi militer diluncurkan untuk melindungi rakyat AS dari ancaman yang berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Sebelumnya, AS dan Iran telah menggelar perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman. Putaran pertama dan kedua digelar di Muscat dan Jenewa, dengan fokus pada pembatasan pengayaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi. Putaran ketiga perundingan berlangsung di Jenewa di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Source link