Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, telah secara resmi meresmikan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah setelah menjalani proses revitalisasi yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas baru. JPO Sarinah ini merupakan JPO pertama yang dimiliki oleh Jakarta, yang dulunya diresmikan oleh Ali Sadikin pada tanggal 21 April 1968. Sebagai bagian dari sejarah Jakarta, JPO Sarinah kini telah diperbaharui agar lebih ramah terhadap disabilitas dengan fitur-fitur seperti lift.
Pramono menyampaikan bahwa pengguna JPO Sarinah sekarang memiliki pilihan untuk menggunakan lift atau pelican crossing, sehingga memudahkan masyarakat dalam menyeberang. Selain itu, area pedestrian di bawah JPO Sarinah juga akan diperluas hingga 2,6 meter untuk memberikan ruang yang lebih luas dan nyaman bagi pejalan kaki. Revitalisasi JPO Sarinah ini dilakukan menggunakan anggaran korporasi dari Transjakarta, dengan rencana untuk memperluas pedestrian di bawah JPO sebagai tahap kedua oleh MRT pada bulan Mei mendatang.
Dalam proses revitalisasi ini, Welfizon Yuza sebagai Direktur Utama Transjakarta mengungkapkan bahwa pembangunan pedestrian di bawah JPO Sarinah masih dalam tahap awal, namun pelebaran pedestrian akan dilakukan oleh MRT pada bulan Mei. Dengan adanya pelebaran trotoar sekitar 2,6 meter, akses untuk pejalan kaki di sekitar JPO Sarinah akan menjadi lebih lega. Anggaran yang digunakan untuk revitalisasi JPO Sarinah ini belum diungkapkan secara rinci oleh Welfizon.
