Iran Tolak Berunding AS, Lanjutkan Perang: Analisis Terkini

Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan melakukan perundingan dengan Amerika Serikat dan akan terus melanjutkan ketegangan di antara kedua negara. Mohammad Mokhber, ajudan dari almarhum Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, menegaskan bahwa Iran tidak memiliki kepercayaan terhadap AS. Menurutnya, tidak ada alasan untuk bernegosiasi dengan negara tersebut karena Iran telah memiliki pengalaman perang selama delapan tahun, seperti yang terjadi dalam Perang Iran-Irak pada tahun 1980-1988. Mokhber menyatakan bahwa Iran memiliki keberanian dan pengalaman untuk melanjutkan konflik tersebut tanpa rasa takut.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersumpah untuk tidak tinggal diam atas serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada Sabtu. Serangan tersebut menargetkan beberapa lokasi di Iran, termasuk di Teheran, dan dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil. Iran meluncurkan serangan balasan dengan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai respons terhadap serangan sebelumnya.

IRGC menuduh AS dan Israel telah menyerang sarana publik seperti sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, serta gedung pernikahan dengan tujuan untuk menciptakan kepanikan di kalangan masyarakat Iran. Mereka juga melaporkan bahwa korban jiwa warga sipil akibat serangan tersebut telah mencapai lebih dari 700 orang. Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dalam konflik yang sedang terjadi.

Melalui pernyataan ini, Iran secara tegas menunjukkan sikapnya terhadap AS dan Israel serta kesiapannya untuk melanjutkan konfrontasi dengan kedua negara tersebut. Tidak adanya kepercayaan antara Iran dan AS membuat peluang untuk perundingan menjadi sangat kecil, dan Iran tetap bertekad untuk melindungi kepentingan dan kedaulatannya sebagai negara. Sumbernya berasal dari Sputnik/RIA Novosti.

Source link