Musim 2026 Chinese Super League (CSL) dimulai dengan kondisi tak biasa, dimana lebih dari seperempat peserta mengawali kompetisi dengan poin yang dikurangi akibat skandal. Sembilan klub di kasta tertinggi sepak bola China, termasuk Shanghai Port dan Shanghai Shenhua, terkena sanksi dalam kasus yang terkait dengan pengaturan pertandingan dan perjudian, sebagai bagian dari operasi pemberantasan korupsi oleh Asosiasi Sepak Bola China (CFA). Dampaknya terasa sebelum musim dimulai, dengan klasemen liga yang mengalami perubahan signifikan. Situasi kontroversial ini mewarnai atmosfer Chinese Super League 2026.
CFA mengambil tindakan tegas setelah menemukan pelanggaran serius di industri sepak bola China, termasuk praktik pengaturan pertandingan, suap, dan perjudian. Penyelidikan menyebabkan 73 individu dilarang beraktivitas dalam dunia sepak bola seumur hidup, sementara 13 klub, termasuk sembilan dari Chinese Super League, menerima hukuman. Langkah ini diambil untuk membersihkan sepak bola nasional dari praktik yang tidak etis, dengan pengurangan poin dan sanksi keuangan diterapkan pada klub berdasarkan besaran, sifat, dan dampak sosial dari pelanggaran.
Klasemen awal musim menunjukkan bahwa beberapa klub, seperti Shanghai Shenhua dan Tianjin Jinmen Tiger, menerima sanksi berat dengan pengurangan 10 poin, diikuti oleh Qingdao Hainiu dengan sanksi tujuh poin. Selain itu, Shandong Taishan, Henan, Zhejiang, Wuhan Three Towns, Shanghai Port, dan Beijing Guoan juga memulai musim dengan poin negatif. Skandal ini tidak hanya melibatkan klub, tetapi juga tokoh penting di sepak bola China seperti mantan pelatih tim nasional Li Tie, yang mengaku terlibat dalam suap dan pengaturan pertandingan, serta menerima dana tidak pantas selama beberapa tahun terakhir.
Kasus ini menyoroti skala korupsi yang melanda dunia sepak bola China dan menandai dimulainya musim CSL 2026 dengan kontroversi besar.
