DLHK Kota Jayapura, Papua, sedang memperkuat peran kelompok swadaya masyarakat (KSM) dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut. Plt Kepala DLHK Kota Jayapura, Petrus Koirewoa, menyatakan harapannya bahwa gerakan ini dapat mengatasi berbagai tantangan dalam pengelolaan sampah yang semakin kompleks di tengah pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat yang terus meningkat. Dia menekankan pentingnya pendampingan dan pelatihan kepada KSM agar mereka dapat menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Selain itu, kehadiran Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-reuse-Recycle (TPS3R) dan bank sampah di daerah ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata terhadap masalah sampah. Dengan operasinya TPS3R dan bank sampah, diharapkan dapat mengurangi beban sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Koso. DLHK mencatat bahwa rata-rata 178 ton sampah dibuang ke TPA Koya Koso setiap hari, yang merupakan hasil dari berbagai sumber seperti sampah rumah tangga, komersial, dan kegiatan lain di wilayah Kota Jayapura.
DLHK akan terus melakukan upaya seperti peningkatan kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan kelestarian lingkungan untuk mengurangi volume sampah di TPA Koya Koso secara bertahap. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pengelolaan sampah di Kota Jayapura dapat terus ditingkatkan untuk mencapai lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
