Tekan Kecelakaan Mudik dengan Partisipasi Publik

Partisipasi publik, terutama dari para pemudik, diidentifikasi sebagai faktor utama dalam upaya mengurangi fatalitas kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran tahun 2026. Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto, menyoroti bahwa faktor manusia menjadi pemicu utama dari kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi. Oleh karena itu, kesadaran berlalu lintas yang rendah risiko perlu ditingkatkan oleh para pemudik untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan.

Menurut Edo Rusyanto, partisipasi publik memiliki peran penting dalam menekan kasus dan fatalitas kecelakaan lalu lintas. Masyarakat perlu memahami potensi terjadinya kecelakaan saat berkendara dan menerapkan manajemen perjalanan mudik yang aman. Persiapan yang baik sebelum melakukan perjalanan, termasuk istirahat yang cukup untuk menjaga kebugaran, adalah kunci agar tetap fokus saat berkendara.

Data dari Operasi Ketupat Korlantas Polri tahun 2025 menunjukkan penurunan kasus kecelakaan sebesar 31% dan fatalitas turun 53% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan keselamatan jalan dan partisipasi publik dalam menciptakan kesadaran akan pentingnya berlalu lintas dengan aman dan selamat. Senior Trainer dari Global Defensive Driving Consulting (GDDC), Lilik Andi Baryono, juga menegaskan bahwa mencegah kecelakaan lebih baik daripada mengatasi dampaknya yang merugikan.

Gagalnya antisipasi saat berkendara, termasuk karena kelelahan, seringkali menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk beristirahat secara teratur saat melakukan perjalanan panjang dan menghindari konsumsi kafein berlebihan. Langkah-langkah preventif ini dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan mudik Lebaran berlangsung dengan aman dan lancar.

Source link