Orang tua seringkali menghadapi tantangan ketika anak memiliki kebiasaan pemilih makanan, yang biasa disebut sebagai “picky eater”. Dr. Ian Suryadi Suteja, seorang dokter spesialis anak, memberikan saran untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan sensory play, yang melibatkan penggunaan berbagai tekstur makanan dan pengenalan makanan secara bertahap melalui metode sensory food hierarchy. Melalui metode ini, anak dapat terbiasa dengan makanan yang awalnya tidak disukai.
Dokter Ian menyarankan orang tua untuk mulai dengan meletakkan makanan yang tidak disukai anak di dalam piring setiap hari, sehingga anak bisa terbiasa melihatnya tanpa tekanan. Proses sensory food hierarchy melibatkan beberapa tahapan, mulai dari melihat, merasa penasaran, menyentuh, mencium, dan akhirnya mencoba memakannya.
Selain itu, penting untuk memastikan apakah anak memiliki alergi susu sapi, karena seringkali anak picky eater mengalami masalah tersebut. Mengetahui apakah anak alergi susu sapi bisa dilakukan dengan memberikan susu tersebut dan memperhatikan apakah muncul gejala seperti ruam, muntah, batuk, atau pilek setelah mengonsumsinya. Jika gejala muncul, sebaiknya susu sapi dihentikan sementara untuk memastikan kaitannya dengan alergi.
Dengan pendekatan yang tepat serta pemahaman akan kebutuhan anak, orang tua dapat membantu anak mengatasi kebiasaan picky eater dan memastikan kesehatan serta pola makan yang baik.
