Commitment to Secure Strait of Hormuz: 19 Countries Ensure Oil Route Safety

Pemerintah Inggris bersama 19 negara lainnya menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dalam situasi konflik yang sedang terjadi. Sebelumnya, enam negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang telah mengeluarkan pernyataan bersama terkait hal ini. Mereka menekankan pentingnya menjaga pelayaran internasional dan rantai pasok energi global untuk mencegah ancaman terhadap perdamaian dan keamanan global. Sebuah moratorium yang komprehensif dan segera juga disarankan untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur sipil seperti instalasi minyak dan gas.

Pernyataan tersebut kemudian diperbarui dengan bergabungnya 14 negara lain seperti Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Denmark, Latvia, Slovenia, Estonia, Norwegia, Swedia, Finlandia, Republik Ceko, dan Romania untuk membantu menjaga Selat Hormuz. Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran belum lama ini telah menyebabkan serangkaian serangan dan menghentikan lalu lintas perkapalan di wilayah tersebut. Sebagai rute kunci suplai minyak dan LPG ke pasar global, hal ini berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Situasi di Selat Hormuz semakin memanas dan PBB telah menyatakan kesiapan untuk meningkatkan peran dalam penyelesaian krisis tersebut. Sekretaris Jenderal PBB mengingatkan bahwa konflik di Iran bisa berakibat buruk dan mengancam kesejahteraan dunia. Oleh karena itu, upaya bersama dari berbagai negara dan lembaga internasional sangat diperlukan untuk mengatasi krisis dan menjaga stabilitas di Selat Hormuz.

Source link