Menjalankan puasa Ramadhan dengan pola yang benar dapat memberikan dampak positif bagi penderita diabetes, menurut spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes Eka Hospital BSD Tangerang, Prof Hari Hendarto. Puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu sel-sel tubuh menjadi lebih peka terhadap insulin, sehingga gula darah lebih mudah dikelola. Selain itu, puasa juga dapat memberikan manfaat lain seperti penurunan berat badan yang sehat dan mengurangi lemak visceral, yang merupakan musuh utama bagi penderita diabetes.
Selain itu, puasa juga dapat membantu dalam memperbaiki rata-rata kadar gula darah (HbA1c) secara bertahap, menurunkan tekanan darah, memperbaiki profil kolesterol, dan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular. Meskipun mayoritas penderita diabetes tipe 2 dengan gula darah terkontrol baik dapat berpuasa, keputusan ini harus didasarkan pada anjuran dan pantauan dokter. Pasien dengan risiko tinggi seperti diabetes tipe 1 yang gula darahnya tidak terkontrol, pasien dengan gagal ginjal, atau wanita hamil memerlukan penilaian khusus dari dokter.
Cara aman berpuasa bagi penderita diabetes adalah dengan memantau gula darah secara mandiri dan rutin, mengikuti pola asupan cairan 2-4-2, dan membatalkan puasa jika gula darah di bawah 70 mg/dL atau melonjak di atas 300 mg/dL. Selain itu, penting untuk tidak mengubah dosis obat atau insulin sendiri dan mencari pendampingan atau konsultasi dari ahli. Asupan nutrisi yang tepat saat sahur untuk penderita diabetes adalah karbohidrat kompleks dan protein berkualitas, sementara saat berbuka disarankan untuk menghindari makanan berlemak dan menjaga pankreas agar tidak “kaget”.
Puasa bisa menjadi momen transisi yang baik untuk memperbaiki pola hidup dan kesehatan metabolisme, namun, karena setiap penderita diabetes memiliki kondisi yang sangat personal, konsultasi dari ahli adalah kunci utama keselamatan. Oleh karena itu, bagi penderita diabetes yang ingin tetap menjalankan puasa, penting untuk selalu mendapatkan pengawasan dan saran medis yang tepat dari dokter.
