Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pemberangkatan jamaah calon haji pada musim haji 2026 tetap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah telah melakukan persiapan yang matang dan tinggal menunggu tanggal pemberangkatan. Seperti persiapan pernikahan yang membutuhkan segala hal seperti gedung, katering, seragam, dan lain sebagainya, semua sudah siap untuk pemberangkatan jamaah calon haji. Pihaknya juga terus memantau konflik di Timur Tengah, dan berharap agar konflik tersebut segera reda sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan lancar. Gus Irfan juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang lancar, bersih, dan bebas dari penyimpangan dalam penyelenggaraan haji tahun 2026. Kementerian Haji dan Umrah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp18 triliun, dengan fokus pada aspek akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. KPK, Kejaksaan, dan Polri juga dilibatkan dalam pengawasan pengadaan dan tata kelola keuangan dalam musim haji 2026.
