Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua telah memutuskan untuk memasukkan program pencegahan pornografi dalam pembinaan pendidikan keagamaan dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bermartabat. Langkah ini diambil setelah hasil rapat koordinasi nasional terkait pencegahan dan penanganan pornografi yang baru-baru ini digelar oleh Kemenag RI. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran, menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan program pencegahan pornografi dalam pembinaan pendidikan dan kehidupan keagamaan di daerah. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga edukatif, dengan fokus pada peningkatan kesadaran siswa, santri, dan masyarakat dalam menyaring informasi.
Selain itu, pencegahan pornografi juga diintegrasikan dengan penanganan kekerasan seksual karena keduanya saling terkait dalam banyak kasus. Penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi peran satuan kerja di daerah, termasuk unit layanan terpadu, juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanganan ini. Kemenag Papua berkomitmen untuk menyusun langkah-langkah konkret yang dapat dievaluasi secara berkala, termasuk pelaporan kegiatan yang telah dilakukan dan perencanaan program ke depan.
Program pencegahan ini diharapkan tidak hanya menjadi formalitas belaka, tetapi benar-benar memberikan dampak positif di lapangan, terutama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat. Melalui langkah ini, Kemenag Papua berusaha menciptakan pendidikan keagamaan yang tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda yang akan menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.
