Rupiah Melemah Akibat Ancaman Tutup Selat Hormuz

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan melemah karena adanya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pelemahan rupiah ini dipicu oleh ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menutup Selat Hormuz. Ancaman ini muncul setelah perundingan gagal antara AS dan Iran. Trump mengumumkan rencana untuk memblokade Selat Hormuz dengan angkatan laut AS sebagai langkah pencegahan terhadap Iran.

Menurut Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Aziz, setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz akan diwajibkan membayar pungutan. Hal ini dilakukan oleh pemerintah Iran untuk mengatur sistem pengendalian kawasan Selat Hormuz dan Teluk Persia. Dampak dari situasi ketidakpastian di Timur Tengah ini juga dapat mempengaruhi kenaikan harga dan meningkatkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Dengan berbagai faktor tersebut, perkiraan nilai tukar rupiah berkisar antara Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS. Prediksi ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan terus terbebani oleh kondisi geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, situasi ini juga memunculkan ketidakpastian yang bisa memengaruhi pergerakan pasar secara keseluruhan.

Source link