Pertemuan IMF: Menkeu RI Pastikan Bantalan Fiskal Memadai

Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa Indonesia memiliki bantalan fiskal yang cukup kuat saat ia bertemu dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva. IMF menyoroti ketidakpastian global yang akan berlangsung dalam jangka waktu tertentu, termasuk ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi. Meskipun IMF tidak memiliki wewenang untuk mengurangi tingkat ketidakpastian global, lembaga ini siap memberikan dukungan finansial kepada negara yang membutuhkan. Indonesia dipastikan tidak membutuhkan bantuan tersebut karena anggaran negara tersebut cukup baik dengan bantalan sebesar Rp420 triliun. IMF juga menaruh perhatian khusus pada kemampuan Indonesia untuk bertahan dalam kondisi ketidakpastian global saat ini. Pemerintah Indonesia telah mengubah arah kebijakan fiskal sejak akhir tahun lalu, yang sudah mulai terlihat dampaknya pada perekonomian saat ini. Dengan strategi baru ini, Indonesia mampu merespons tekanan, termasuk saat harga minyak dunia naik. IMF tidak merumuskan kebijakan khusus untuk mengurangi tekanan global, namun negara-negara yang mampu mempertahankan performa yang baik akan diakui oleh lembaga ini. Menkeu Purbaya optimistis bahwa keraguan terhadap kebijakan fiskal Indonesia sudah mereda. Selain IMF, Purbaya juga melakukan pertemuan strategis dengan petinggi Bank Dunia dan perwakilan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings. Bank Dunia menyatakan minatnya untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang. Daripada mengurangi kekhawatiran global, Indonesia menerima apresiasi dari berbagai lembaga global terkait arah strategi kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Seluruh pertemuan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan fiskal Indonesia mendapat pengakuan dan dukungan dari lembaga-lembaga internasional.

Source link