Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi keamanan online asal Rusia, telah mengidentifikasi lebih dari 1 juta akun perbankan online yang diretas pada tahun 2025. Ancaman keamanan siber semakin berkembang dengan penjahat siber yang beralih menggunakan rekayasa sosial dan dark web. Menurut Polina Tretyak, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, dark web menjadi pusat utama kejahatan finansial online.
Untuk melindungi akun bank dari peretasan, Kaspersky merekomendasikan langkah-langkah yang bisa diambil oleh individu dan perusahaan. Pengguna individu disarankan untuk menggunakan otentikasi multifaktor, membuat kata sandi yang unik, dan waspada terhadap pesan yang mencurigakan. Sementara itu, pengguna bisnis atau koorporasi disarankan untuk melakukan penilaian infrastruktur, menerapkan platform terintegrasi untuk mengendalikan serangan, dan memantau sumber daya dark web secara terus-menerus.
Kaspersky Premium adalah salah satu solusi yang bisa membantu melindungi pengguna dari toko online palsu dan situs phishing dengan teknologi deteksi yang canggih. Sementara itu, solusi dari lini produk Kaspersky Next memberikan perlindungan waktu nyata, visibilitas ancaman, dan kemampuan EDR/XDR untuk organisasi dari berbagai industri. Melalui layanan Digital Footprint Intelligence Kaspersky, pelanggan dapat terus memantau sumber daya dark web untuk melacak aktivitas pelaku ancaman. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan akun bank dapat tetap terlindungi dari ancaman peretasan yang semakin canggih.
Tips Hindari Peretasan Akun Bank: Langkah Penting untuk Keamanan Finansial
