Pemprov Banten Gandeng Puteri Indonesia 2026 untuk Perkuat Tiga Pilar Pembangunan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjalin kerja sama dengan Puteri Indonesia 2026, Agnes Aditya Rahajeng, guna memperkuat tiga pilar utama pembangunan daerah. Ketiga pilar tersebut meliputi pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, serta promosi pariwisata.
Komitmen untuk Akses Pendidikan yang Merata
Dalam pertemuan antara Gubernur Banten, Andra Soni, dan Agnes Aditya Rahajeng, Gubernur menyoroti disparitas akses pendidikan di daerahnya. Program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) swasta telah diluncurkan sebagai upaya untuk menjaga agar tidak ada anak Banten yang tertinggal.
Gubernur Andra Soni menganggap pendidikan sebagai kunci untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan daya saing masyarakat. Dia berharap kehadiran Puteri Indonesia dapat menginspirasi generasi muda Banten untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Perlindungan Perempuan dan Anak
Selain pendidikan, Gubernur Banten juga menegaskan pentingnya menekan angka kekerasan terhadap perempuan. Ia menegaskan komitmen Pemprov untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua warganya, terutama perempuan dan anak-anak.
Agnes Aditya Rahajeng menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam menggaungkan tiga pilar strategis tersebut. Sebagai Puteri Indonesia 2026, Agnes merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten dan aktif membela hak perempuan dan anak.
Promosi Pariwisata dan Budaya Banten
Melalui peran sebagai Puteri Indonesia, Agnes Aditya Rahajeng telah menjelajahi dan mengenal potensi daerah Banten lebih dalam. Ia bertekad untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Banten agar semakin dikenal dan menjadi destinasi unggulan di Indonesia.
Dengan komitmen dan semangat untuk memajukan Banten, kerja sama antara Pemprov Banten dan Puteri Indonesia 2026 diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan daerah.
