Fransiska Mainake: Perawat Pemberani di Tanah Suci
Fransiska Mainake (38), seorang perawat dari Malang yang saat ini bertugas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, adalah salah satu pahlawan yang memastikan kesehatan dan keselamatan para jamaah haji di Tanah Suci. Di tengah teriknya sinar matahari di Terminal Jabal Ka’bah, Makkah, Fransiska tegar menjalankan tugasnya sebagai petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH) di Sektor Khusus Masjidil Haram.
Motivasi Mulia Fransiska
Dalam wawancara, Fransiska mengungkapkan bahwa motivasinya adalah untuk melayani jamaah calon haji Indonesia secara medis dan tentu saja untuk beribadah. Selama musim haji, Fransiska fokus memberikan edukasi kesehatan kepada jamaah calon haji yang membutuhkan, terutama yang memiliki risiko tinggi sebelum menjalani ibadah umrah wajib dan haji.
Fransiska dan tim PKP2JH harus siap tanggap ketika ada jamaah calon haji yang menghadapi masalah kesehatan mendadak, mulai dari kelelahan hingga kondisi kritis. Mereka harus bekerja keras mengatur jutaan orang di terminal yang ramai, dengan cuaca panas yang sangat melelahkan.
Komitmen dan Kesabaran Fransiska
Untuk menjaga efektivitas kerja, Fransiska menjelaskan bahwa petugas di lapangan menerapkan sistem pendampingan. Mereka tidak boleh bekerja sendirian dan selalu harus didampingi oleh rekan petugas.
Meskipun mengalami kelelahan fisik, Fransiska merasa terbayar dengan momen-momen spiritual yang menyentuh hati. Ia juga terinspirasi oleh kegigihan jamaah calon haji yang mayoritas berusia lanjut. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan mereka mengajarkannya kesabaran ekstra dalam memberikan pelayanan.
Melalui dedikasi Fransiska dan petugas lainnya, para jamaah calon haji Indonesia tidak hanya mendapat perlindungan medis yang siap, tetapi juga pendampingan penuh empati dan ketulusan di Tanah Suci. Mereka semua berjuang keras agar para tamu Allah dapat menjalani ibadah dengan aman dan nyaman.
