Waspadai Peningkatan Aktivitas Gunung Sinabung: Masyarakat Diminta Waspada
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hal ini menyusul adanya peningkatan kegempaan dalam beberapa hari terakhir.
Peningkatan Getaran dan Tremor
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa aktivitas Gunung Sinabung saat ini ditandai dengan adanya getaran menerus atau tremor sejak Kamis malam. Tim Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa tremor dengan amplitudo maksimum 4 milimeter terus terjadi sejak malam tadi hingga siang ini. Selain itu, terjadi juga gempa hembusan, gempa low frequency, serta gempa hybrid yang sebelumnya jarang terjadi.
Ancaman Bahaya Erupsi
Peningkatan aktivitas tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi menyebabkan erupsi freatik maupun erupsi magmatik. Tekanan di dalam sistem magmatik juga bisa memicu pembongkaran kubah lava di puncak Gunung Sinabung. Pengamatan visual menunjukkan adanya hembusan asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang dengan ketinggian antara 50 – 500 meter di atas kubah lava.
Badan Geologi memberikan imbauan kepada masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Mereka juga diminta waspada terhadap potensi bahaya sekunder seperti aliran lahar terutama saat musim hujan yang bisa melintasi alur sungai di sektor barat daya gunung. Selain itu, pemerintah daerah dan BPBD setempat juga diminta untuk memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung serta mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung.
