Tips Warga Jatim Waspada Fenomena Bediding hingga September

Masyarakat Jawa Timur Diminta Waspada Masuk ke Periode Bediding

Masyarakat Jawa Timur diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat memasuki periode bediding, fenomena udara dingin yang umum terjadi menjelang musim kemarau puncak. Periode ini diprediksi berlangsung dari bulan Juli hingga September. Bahkan, di beberapa daerah pegunungan, suhu udara bisa turun di bawah titik beku dan menghasilkan embun upas mirip salju.

Fenomena ini baru-baru ini terlihat di sekitar Gunung Bromo, di mana vegetasi di savana dan lautan pasir tertutup oleh embun putih akibat suhu minus 5 derajat Celsius pada dini hari. Meskipun pemandangan ini menarik bagi wisata, namun juga membawa risiko bagi kesehatan, pertanian, dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Penyebab dan Dampak Bediding

Bediding terjadi akibat angin Monsun Timur yang membawa udara kering dan dingin dari Benua Australia. Saat langit cerah tanpa awan, panas dari bumi dilepaskan ke atmosfer pada malam hari, menyebabkan penurunan suhu udara signifikan di dataran tinggi Jawa Timur. Selain Gunung Bromo, kawasan lain seperti Ranu Pani, Kota Batu, Kawah Ijen, dan pegunungan di Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, hingga Banyuwangi juga rentan mengalami fenomena bediding.

Embun upas yang terbentuk bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti ISPA, flu, batuk, dan hipotermia terutama bagi anak-anak, lansia, dan yang aktif di luar ruangan saat malam atau dini hari. Di sektor pertanian, embun beku bisa merusak tanaman hortikultura akibat pembekuan air di daun yang menyebabkan kerusakan sel.

Persiapan dan Perlindungan

Bagi pendaki dan wisatawan yang ingin menikmati embun upas, disarankan untuk membawa perlengkapan yang sesuai seperti jaket tebal, sleeping bag tahan suhu rendah, sarung tangan, penutup kepala, serta makanan dan minuman hangat. Penting juga bagi masyarakat menjaga kondisi rumah tetap hangat, terutama bagi bayi, anak-anak, dan lansia.

Untuk peternak, perlunya menyediakan kandang yang melindungi ternak dari angin malam serta memastikan pakan dan air minum mencukupi. Bediding diperkirakan akan mencapai puncaknya sepanjang musim kemarau, sehingga pemantauan terhadap prakiraan cuaca dan suhu udara perlu dilakukan secara berkala. Semua langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak dari fenomena bediding bagi masyarakat Jawa Timur. (FYI/AJE)

Source link