Disperindag Papua Dorong Produksi Cabai, Bawang, dan Tomat
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) fokus memperkuat ketahanan pangan dengan mengutamakan produksi cabai, bawang, dan tomat, sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah tersebut. Hal ini dikemukakan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag Provinsi Papua, Yoniman Ronting, di Jayapura, Papua.
Stabilitas Harga Pangan Papua
Menurut Yoniman, sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat di Papua masih dipasok dari luar daerah, yang membuat harga komoditas pangan rentan terhadap gangguan distribusi dan kenaikan biaya logistik. Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah melakukan berbagai langkah pengendalian, termasuk intervensi pasar jika terjadi gejolak harga di tingkat konsumen.
Namun, fokus jangka panjang pemerintah adalah memperkuat produksi pangan lokal agar ketergantungan pada pasokan luar daerah dapat diminimalkan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan daerah dan menjaga daya beli masyarakat dengan pasokan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Pengendalian Inflasi dan Sinergi Pengendalian Inflasi
Kepala KPw BI Provinsi Papua, Warsono, menyatakan bahwa laju inflasi di wilayah kerja BI Papua masih terjaga dalam sasaran inflasi nasional, yakni 2,5 plus minus satu persen. Hal ini berkat adanya sinergi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di seluruh wilayah Papua.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, diharapkan Papua dapat menjadi lebih mandiri dalam produksi pangan strategis seperti cabai, bawang, dan tomat, serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah. Upaya ini juga diikuti dengan perbaikan sistem logistik pangan untuk efisiensi distribusi dan pengendalian biaya transportasi guna menekan harga di Papua.
