Wakil Gubernur Papua Minta BPJS Kesehatan Perkuat Sosialisasi Kepesertaan JKN
Pada pertemuan di Ruang Rapat Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen menyoroti pentingnya sosialisasi yang kuat mengenai status kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat. Hal ini termasuk mekanisme reaktivasi peserta yang tidak aktif untuk memastikan akses layanan kesehatan tetap terjaga.
Pendekatan Menyelesaikan Masalah Bersama
Menurut Aryoko, persoalan status kepesertaan yang tidak aktif ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan merupakan hal yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi intensif kepada masyarakat serta langkah-langkah inovatif terkait reaktivasi kepesertaan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Langkah ini juga didukung oleh Deputi Direksi Wilayah XII BPJS Kesehatan, Benjamin Saut, yang menyatakan bahwa cakupan kepesertaan JKN di Provinsi Papua telah mencapai 100%. Meskipun begitu, penting untuk memastikan bahwa masyarakat yang terdaftar benar-benar merasakan manfaat dari program ini.
Optimalisasi Pelayanan Kesehatan
Benjamin menjelaskan bahwa salah satu fokus saat ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui peningkatan fasilitas kesehatan, percepatan proses klaim, serta digitalisasi sistem pelayanan. Hal ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat dengan mudah, cepat, dan berkualitas dalam mendapatkan layanan kesehatan.
Dengan adanya keterlibatan yang kuat antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Papua, diharapkan Program JKN dapat berkelanjutan melalui kepesertaan yang aktif, pembiayaan yang berkelanjutan, dan pelayanan kesehatan yang semakin optimal bagi masyarakat di Tanah Papua.
Sumber: ANTARA
© COPYRIGHT © ANTARA 2026
