Perluas Koleksi Mangrove di BRIDA Surabaya: 100 Jenis Baru Tahun Depan

Surabaya Meningkatkan Koleksi Mangrove di KRM Gunung Anyar

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya memiliki ambisi untuk menambah koleksi tanaman mangrove di Kebun Raya Mangrove (KRM) Gunung Anyar menjadi 100 jenis pada tahun depan. Saat ini, KRM Gunung Anyar telah memiliki 74 jenis mangrove.

Fokus Pengembangan KRM sebagai Pusat Riset Biodiversitas Mangrove

Target penambahan koleksi mangrove tersebut bertujuan untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat riset biodiversitas mangrove. Selain melakukan penanaman rutin, BRIDA juga akan mendatangkan spesies mangrove yang belum dimiliki untuk memperkaya keanekaragaman hayati (biodiversitas) di KRM.

Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menjelaskan bahwa penanaman mangrove akan terus dilakukan setiap tahun. Sasaran utama ke depan adalah meningkatkan jumlah spesies mangrove yang tersedia sebagai bahan penelitian. Untuk mencapai target tersebut, BRIDA akan melakukan ekspedisi ke berbagai daerah untuk mencari jenis mangrove yang belum ada di KRM Gunung Anyar.

Pengembangan Kawasan Mangrove di Surabaya

Agus juga menyampaikan bahwa dalam pengembangan kawasan mangrove di Surabaya, BRIDA berperan dalam memperbanyak variasi jenis mangrove di KRM Gunung Anyar sebagai objek penelitian. Sementara itu, kawasan mangrove di Romokalisari, Tambak Sarioso, Asemrowo, dan wilayah pesisir lainnya tetap difokuskan sebagai kawasan konservasi yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

Agus menegaskan bahwa penambahan jenis mangrove tidak hanya bertujuan untuk memperkaya koleksi tanaman, tetapi juga untuk mendukung kegiatan riset di KRM Gunung Anyar. Dengan keberagaman spesies yang tersedia, KRM Gunung Anyar dapat menjadi pusat riset mangrove yang berpotensi untuk menghasilkan inovasi baru.

Source link