Bulog Sulselbar Tindak Cepat Hadapi El Nino dengan Bantuan Pangan
Makassar (ANTARA) – Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) telah mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan pangan untuk menghadapi dampak Kemarau Ekstrem atau El Nino. Bantuan pangan ini disiapkan untuk periode tiga bulan ke depan, yakni dari Juli hingga September, guna mengantisipasi potensi kekurangan pangan akibat fenomena alam tersebut.
Antisipasi Kekurangan Pangan dan Kenaikan Harga
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, menegaskan pentingnya antisipasi agar tidak terjadi kekurangan beras di masyarakat akibat El Nino. Selain itu, pihaknya juga berusaha mencegah potensi kenaikan harga pangan yang merugikan masyarakat luas. Oleh karena itu, pemerintah setuju untuk menyalurkan bantuan pangan tahap kedua di tahun 2026 selama tiga bulan berturut-turut.
Penyaluran bantuan pangan ini memiliki perbedaan dengan sebelumnya, dimana kali ini pemerintah menambah kuantitas bantuan menjadi tiga bulan dengan alokasi 10 kg beras per bulan tanpa minyak goreng. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan minyak di pasar dan mencegah kelangkaan seperti sebelumnya.
Stok Pangan yang Cukup untuk Masyarakat Sulselbar
Saat ini, Bulog Sulselbar mencatat stok minyak sebanyak 1,4 juta liter dan stok beras mencapai 855 ribu ton. Jumlah ini dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat Sulselbar selama beberapa bulan ke depan. Selain itu, untuk menyalurkan bantuan pangan selama tiga bulan, diperlukan sekitar 81 ribu ton beras SPHP.
Dengan langkah cepat dan antisipatif ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dapat menghadapi masa sulit akibat El Nino tanpa harus merasakan kekurangan pangan.
