Cipta Koreografi Tari di Sumenep Maharaya Festival

Sumenep – Ratusan penari berkumpul di depan ‘Labang Mesem’ Keraton Sumenep pada Sabtu (1/8/2026) untuk mengikuti Maharaya Festival 2026 yang menampilkan festival tari dengan konsep unik menggunakan jalan raya sebagai panggung utama.

Mengangkat Tema ‘Gelombang dari Pesisir’

Maharaya Festival 2026 yang digagas oleh Nur Khalis, menawarkan tema ‘Gelombang dari Pesisir’ sebagai landasan bagi para koreografer untuk menciptakan karya-karya tari yang berbeda. Dalam festival ini, jalan raya bukan hanya menjadi lokasi pertunjukan, melainkan sebuah karakter yang membentuk identitas artistik suatu karya.

Nur Khalis menjelaskan bahwa setiap ruang memiliki karakteristiknya sendiri yang dapat memengaruhi pilihan artistik seorang koreografer. Oleh karena itu, karya-karya yang ditampilkan di jalan raya akan memiliki komposisi dan pengalaman pertunjukan yang berbeda dengan karya-karya yang biasanya dipentaskan di panggung tertutup.

Pendekatan Baru dalam Ekosistem Seni Pertunjukan

Dalam upaya untuk membawa pendekatan baru dalam ekosistem seni pertunjukan, festival ini menampilkan tiga panggung berbeda sepanjang rute tarian yang membentang sepanjang 1,5 kilometer. Hal ini memungkinkan penonton untuk berinteraksi langsung dengan para penari tanpa adanya sekat pembatas.

Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk membangun kolaborasi antara seni pertunjukan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan seni, aktivitas budaya, serta melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan demikian, Maharaya Festival 2026 bukan hanya menjadi ajang adu kreativitas dan koreografi tari, tetapi juga sebagai wadah untuk merayakan keberagaman seni dan budaya serta mendukung perkembangan ekonomi kreatif di wilayah Sumenep.

Source link