Isu Kontroversial: Unggahan Modi Diblokir oleh Facebook
Sebuah keputusan kontroversial terjadi ketika unggahan Perdana Menteri India Narendra Modi diblokir sementara oleh platform media sosial raksasa, Facebook. Komite Parlemen India untuk Komunikasi dan Teknologi Informasi memberikan CEO Meta, Mark Zuckerberg, waktu tiga hari untuk meminta maaf atas tindakan tersebut.
Masalah Pemblokiran Unggahan Modi
Pada bulan Juli, Meta menghadapi kritik keras setelah membatasi akses terhadap video yang diunggah oleh Modi yang berkaitan dengan ujian nasional di India. Meskipun unggahan tersebut kemudian dipulihkan setelah dianggap sebagai kesalahan teknis, Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India merasa penjelasan resmi dari Meta tidak memadai.
Komite Parlemen India menegaskan bahwa pemblokiran terhadap unggahan sang perdana menteri dianggap sebagai serangan terhadap demokrasi dan menuntut permintaan maaf langsung dari Zuckerberg. Ancaman dicabutnya kekebalan Safe Harbor Meta juga disematkan sebagai konsekuensi jika permintaan maaf tidak dipenuhi dalam waktu yang ditentukan.
Tantangan Bagi Facebook di India
Pemerintah India juga menyoroti masalah konten pornografi anak di platform Facebook dan meminta penjelasan dari perusahaan mengenai langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan pangsa pasar pengguna media sosial yang besar di India, tindakan dan keputusan Facebook memiliki dampak yang signifikan bagi warga negara India.
Langkah keras yang diambil oleh pemerintah India menunjukkan keinginan untuk menegakkan kendali terhadap konten yang disajikan di platform-platform digital. Kesepakatan damai atau permintaan maaf dari Meta diharapkan bisa meredakan ketegangan antara pihak berwenang India dan raksasa media sosial asal Amerika Serikat ini.
