Boulevard Coffee: Ruang Kopi Baru di Tengah Kampus Universitas Gadjah Mada
Suasana sibuk di tengah aktivitas mahasiswa sering kali menjadi momen yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi. Tak hanya sebagai minuman, kopi juga menjadi alasan sederhana untuk duduk bersama dan berbincang dalam waktu yang lebih lama. Di tengah kompleksitas kehidupan kampus, hadirnya kedai kopi Boulevard Coffee di kawasan Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pilihan baru bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar.
Menawarkan Lebih dari Sekadar Kopi
Boulevard Coffee, yang berlokasi di Pendopo Wisma Kagama, seberang Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, hadir dengan konsep yang mengutamakan kualitas kopi tanpa membebani kantong mahasiswa. Dengan harga terjangkau, kedai ini menjadi tempat yang nyaman untuk menyelesaikan tugas, bertemu teman, atau sekadar melepas penat setelah aktivitas harian.
General Manager Gama Akomodasi, Gama Multi Group, Priyo Sri Bawono, menjelaskan bahwa Boulevard Coffee dirancang sebagai ruang yang mendukung aktivitas mahasiswa dan masyarakat umum. Dengan konsep “quiet third place,” kedai ini ingin menjadi tempat ketiga setelah rumah dan kampus tempat orang bisa berpikir, berkembang, dan bersosialisasi.
Pelibatan Mahasiswa dalam Pengelolaan
Tak hanya sebagai konsumen, mahasiswa juga dilibatkan dalam pengelolaan bisnis Boulevard Coffee. Mulai dari posisi barista, waitress, hingga pemasaran, mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar langsung bagaimana menjalankan sebuah bisnis. Ini menjadi pengalaman berharga di luar teori yang diperoleh dari bangku kuliah.
Boulevard Coffee juga membuka ruang bagi mahasiswa, komunitas, dan berbagai pihak untuk kolaborasi. Dengan konsep accessible, affordable, dan berkualitas, kedai ini menjadi tempat yang tidak hanya untuk nongkrong, tetapi juga untuk rapat, diskusi, kelas kreatif, dan berbagai kegiatan lainnya.
Dengan demikian, Boulevard Coffee bukan hanya sekadar kedai kopi di sekitar kampus, tetapi menjadi ruang belajar dan kolaborasi bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar. Dari sebuah cangkir kopi, lahir percakapan, ide, dan peluang baru yang siap dijelajahi.




