Lukisan Dinding Berusia 67.800 Tahun di Karst Sulawesi Menjadi Sorotan Tim Arkeolog
Pada Senin, 31 Agustus 2026, sebuah penelitian menarik dilakukan oleh Tim Arkeolog gabungan di Sulawesi Selatan. Mereka meneliti lukisan figuratif kuno yang berusia antara 45.500 tahun hingga 67.800 tahun.
Lukisan Kuno Sulawesi Menantang Narasi Eropa
Penemuan ini menjadi sorotan karena secara mengejutkan menunjukkan bahwa seni lukis figuratif manusia prasejarah bermula bukan di Eropa, melainkan di wilayah karst Sulawesi. Hal ini membantah teori yang telah dikenal selama ini dan mengungkap kekayaan sejarah seni prasejarah di Nusantara.
Lukisan-lukisan tersebut berupa bayangan berwarna merah marun dengan detail yang menggambarkan jari runcing, hewan, dan strategi berburu zaman lampau. Meskipun telah berusia ribuan tahun, gambar-gambar itu masih terjaga dengan baik pada dinding gua kapur.
Interpretasi Baru terhadap Lukisan Pintu Masuk ke Dunia Prasejarah
Para arkeolog yang melakukan penelitian ini melihat lukisan figuratif itu bukan hanya sebagai coretan estetik biasa, melainkan sebagai arsip teknologi dan organisasi sosial dari masa lalu. Lukisan-lukisan tersebut mencerminkan pola garis yang presisi dan menggambarkan adegan perburuan yang terorganisir dengan baik.
Penemuan ini memberikan pemahaman baru bahwa manusia di Nusantara telah memiliki aturan main, tradisi berburu, dan bagaimana sebuah kelompok bergerak bersama sejak 67.000 tahun lalu. Hal ini juga membuka wawasan baru terhadap hubungan antara lukisan gua prasejarah dan tradisi masyarakat modern di Sulawesi.
Ritual membuat cap tangan pada tiang rumah sebagai bentuk “penolak bala” yang masih dilestarikan oleh masyarakat Sulawesi hingga saat ini menjadi salah satu bukti nyata dari warisan sejarah lukisan-lukisan kuno tersebut.




