TransNusa Gandeng Skywise untuk Deteksi Masalah Pesawat
Jakarta – TransNusa melakukan ekspansi kolaborasi dengan Skywise milik Airbus guna mengintegrasikan data operasional dan teknis pesawat secara real-time. Teknologi ini akan digunakan untuk mendeteksi dini anomali teknis yang dapat mengganggu operasional penerbangan.
Kerja sama ini melibatkan penerapan Skywise Core X2 dan Skywise Fleet Performance+ (S.FP+), yang merupakan solusi pertama dari Skywise yang diterapkan di Indonesia. Integrasi data pesawat selama penerbangan dengan sistem pemeliharaan TransNusa diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat kepada Maintenance Control Centre untuk mengidentifikasi masalah teknis lebih cepat.
Dengan pendekatan prediktif ini, diharapkan risiko pesawat tidak dapat beroperasi (Aircraft on Ground/AOG), gangguan, dan pembatalan penerbangan mendadak dapat diminimalisir. CEO TransNusa, Datuk Bernard Francis, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi Skywise merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan keandalan operasional.
Implementasi Skywise juga diharapkan dapat mendukung pemeliharaan prediktif dengan data kondisi pesawat yang bisa membantu identifikasi masalah dengan lebih baik. Namun, penggunaan teknologi ini tidak menjamin penghapusan sepenuhnya keterlambatan atau pembatalan penerbangan, karena masih ada faktor lain yang dapat memengaruhi ketepatan waktu penerbangan.
Alessandro Luzi, Skywise Head of Region APAC, menegaskan bahwa integrasi S.FP+ dan Skywise Core X2 bersama TransNusa menjadi perjanjian pertama untuk kedua solusi tersebut di Indonesia. Integrasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada keandalan penerbangan bagi penumpang serta efisiensi aset bagi TransNusa.
Selain itu, sistem baru ini juga akan terhubung dengan berbagai perangkat digital yang telah digunakan oleh TransNusa, seperti N-Flight Planning (N-FP), Mission+ FLIGHT, dan Mission+ MAPS. Integrasi ini memungkinkan akses data yang konsisten bagi pilot, ground crew, dan teknisi untuk mendukung operasional setiap penerbangan.
Dengan konsolidasi data yang terintegrasi, TransNusa berharap dapat meningkatkan ketersediaan pesawat, mengurangi AOG, dan mengoptimalkan jam terbang harian. Dengan demikian, pengembangan armada dan jaringan penerbangan TransNusa di masa depan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan konsisten.
Sumber: Tek.ID




