Libur panjang Idul Fitri biasanya identik dengan rumah-rumah yang sepi, jalanan lengang, dan aktivitas kota yang melambat. Di Depok, situasinya juga sempat berdampak pada layanan kebersihan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bergerak cepat melakukan percepatan pengangkutan sampah setelah masa libur lebaran, menyusul akumulasi sampah yang tercatat mencapai 150 ton dalam tiga hari.
Pengangkutan Dipercepat Usai Libur Dua Hari
Kabid Kebersihan dan Kemitraan Masyarakat DLHK Kota Depok, Adnan Kurniawan, mengatakan pihaknya tetap berupaya menjaga ritme pengambilan sampah agar penumpukan tidak meluas selama masa libur Idul Fitri. Meski petugas kebersihan sempat diliburkan selama dua hari pada Hari Raya, layanan pengangkutan kembali dijalankan normal setelahnya.
Menurut Adnan, jumlah sampah yang terkumpul selama periode tersebut tidak menunjukkan lonjakan berarti. Totalnya berada di kisaran 150 ton, angka yang dinilai masih relatif terkendali mengingat adanya jeda operasional saat libur berlangsung.
60 Truk Dikerahkan ke TPA Cipayung
Untuk mengejar sisa angkutan dan mencegah penumpukan di titik-titik layanan, DLHK Kota Depok menurunkan 60 unit truk sampah. Armada tersebut dikerahkan dari berbagai wilayah di Kota Depok menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Langkah ini diambil agar sampah rumah tangga maupun sampah dari area layanan publik bisa segera terangkut kembali ke ritme normal. DLHK juga menilai kondisi libur lebaran turut membantu menahan kenaikan volume sampah, karena sejumlah toko, perkantoran, dan restoran masih tutup.
Aktivitas Kota Melambat, Sampah Tetap Terkendali
Selain itu, banyak warga Depok yang mudik sehingga aktivitas harian di sejumlah kawasan ikut berkurang. Situasi tersebut ikut memengaruhi jumlah timbulan sampah selama libur Idul Fitri. Walau layanan sempat disesuaikan, DLHK menegaskan pengambilan sampah tetap dipantau agar masyarakat tidak merasakan dampak penumpukan yang berkepanjangan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
