Jakarta — Di tengah ramai kabar soal dugaan penguntitan terhadap Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo justru tampil akrab di Istana Negara, Jakarta, Senin. Momen itu mencuri perhatian karena keduanya terlihat berinteraksi santai saat menghadiri peluncuran Government Technology (GovTech) INA Digital oleh Presiden Joko Widodo.
Salam, senyum, lalu duduk berdampingan
Begitu bertemu, Burhanuddin menyambut jabat tangan Sigit. Keduanya lalu bersalaman sambil tersenyum, memberi kesan hubungan keduanya tetap cair di tengah isu yang beredar di ruang publik. Setelah itu, mereka duduk dalam barisan paling depan, tepat menghadap Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Dalam susunan kursi tersebut, Sigit berada di sisi paling kiri, disusul Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di sebelah kanannya, lalu Jaksa Agung Burhanuddin. Kehadiran mereka dalam satu barisan membuat perhatian tertuju pada simbol kebersamaan tiga pucuk pimpinan institusi penegak hukum dan keamanan itu.
Turun bersama dari istana
Usai acara, Burhanuddin dan Sigit kembali terlihat berjalan bersama menuruni tangga istana. Di antara keduanya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto ikut mendampingi. Ketiganya sempat berhenti sejenak untuk berpose di hadapan wartawan yang meliput kegiatan tersebut.
Dengan nada ringan, Hadi sempat menyelipkan komentar, “Ingat ya, sudah gandengan,” sambil menggandeng lengan Burhanuddin dan Sigit. Gestur itu seolah menegaskan suasana akrab di tengah spekulasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.
Isu di luar, jawaban tetap singkat
Ketika ditanya soal kabar keretakan hubungan yang ramai dibicarakan, Kapolri Sigit memilih tak memberi penjelasan panjang. Ia hanya menjawab singkat, “Tanya yang beredar.” Setelah itu, Burhanuddin dan Sigit menaiki mobil golf bersama meninggalkan lokasi acara.
Momentum tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya muncul narasi di media sosial yang menyebut hubungan Kejaksaan Agung dan Polri sedang merenggang akibat dugaan penguntitan. Hingga saat ini, kedua institusi belum menyampaikan penjelasan resmi terkait isu yang beredar itu.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
