Viral Sopir Taksi Online Dianiaya di Tol Jakarta-Tangerang hingga Wajar Memar, Polisi Buru Pelaku

Kasus penganiayaan terhadap seorang pengemudi taksi daring di Tol Jakarta-Tangerang kembali menyoroti rawannya kekerasan di jalan tol. Peristiwa yang terekam kamera korban itu kini tengah diburu polisi setelah videonya beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.

Mobil Putih Halangi Laju, Pengemudi Turun dan Memukul Korban

Dalam rekaman yang viral, terlihat sebuah mobil putih berada di depan kendaraan korban dan diduga sengaja menghambat laju taksi online tersebut. Tak lama kemudian, pengemudi mobil itu turun dan langsung melayangkan pukulan. Korban yang diduga tidak memahami duduk persoalan sempat berulang kali meminta maaf, namun upaya itu tidak dihiraukan.

Tak hanya sendiri, pengemudi mobil putih disebut mendapat bantuan dari rekannya yang berada di kursi penumpang. Serangan itu membuat korban syok dan ketakutan di tengah jalan tol. Ia sempat meminta pertolongan kepada pengguna jalan lain yang melintas, tetapi tidak ada yang berhenti membantu. Setelah beberapa saat, pelaku dan rekannya pergi meninggalkan lokasi.

Polisi Terima Laporan dan Dalami Pasal Penganiayaan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan dari korban pada Senin, 18 November. Korban yang berinisial EA merupakan pengemudi taksi online dan mengalami luka memar di bagian wajah akibat kejadian tersebut.

“Pengemudi taksi online yang diduga dianiaya sebagaimana diatur di Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang atau barang. Saat ini dilakukan pendalaman oleh Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus ini,” kata Ade Ary kepada wartawan, Selasa (19/11/2024).

Video Viral Jadi Petunjuk Awal Penyidik

Rekaman video yang dibuat korban kini menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan. Dari visual yang beredar, polisi menelusuri rangkaian kejadian, mulai dari manuver mobil putih hingga aksi pemukulan yang dialami korban di ruas Tol Jakarta-Tangerang. Kasus ini pun menambah daftar insiden kekerasan jalanan yang terekam kamera dan langsung menyebar luas sebelum aparat menangkap para pelakunya.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.