Alasan Kepala Sekolah SMKN 1 Depok Telat Unggah Data SNBP

Gelombang protes dari puluhan siswa kelas XII SMK Negeri 1 Depok memunculkan sorotan baru soal kelalaian administrasi di sekolah. Mereka kecewa setelah data yang semestinya diunggah untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tak masuk tepat waktu, membuat sejumlah siswa yang sebenarnya memenuhi syarat terancam kehilangan kesempatan. Di tengah tekanan itu, pihak sekolah akhirnya buka suara dan menjelaskan duduk perkaranya.

Keterlambatan Operator Jadi Titik Masalah

Kepala SMKN 1 Depok, Lusi Triana, menyebut persoalan utama berada pada keterlambatan operator sekolah dalam memasukkan data siswa ke sistem. Akibatnya, data yang menjadi syarat utama SNBP tidak terunggah sesuai tenggat. Kondisi ini membuat siswa kelas XII yang semestinya bisa mengikuti seleksi justru tersingkir dari proses administrasi sejak awal.

Lusi menegaskan pihak sekolah tidak tinggal diam. Sejumlah langkah sudah dilakukan untuk menjelaskan situasi kepada orang tua siswa sekaligus mencari jalan agar data para siswa tetap bisa dimasukkan ke dalam proses SNBP. Meski begitu, ia mengakui adanya keterlambatan penginputan data siswa baru pada tahun ini.

Sekolah Klaim Tak Pernah Alami Kasus Serupa

Di sisi lain, Lusi menyebut kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di SMKN 1 Depok. Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya sekolah tidak pernah menghadapi masalah serupa dalam proses pengunggahan data untuk seleksi berbasis prestasi tersebut. Pernyataan itu seolah menegaskan bahwa kendala kali ini bukan bagian dari pola yang berulang, melainkan kegagalan teknis dan administrasi yang berdampak langsung pada siswa.

Situasi ini membuat para siswa berada dalam posisi sulit. Mereka sudah bersiap mengikuti jalur prestasi, namun justru terhambat oleh persoalan yang berada di luar kendali mereka. Karena itu, sekolah kini berada di bawah sorotan untuk memastikan apakah masih ada ruang penyelesaian agar para siswa SMKN 1 Depok tidak kehilangan hak mengikuti SNBP.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.