Hancurnya 90% Kawasan Permukiman Rafah oleh Israel: Analisis Terbaru

Tentara Israel telah menghancurkan sebagian besar kawasan permukiman di Kota Rafah, Gaza selatan sejak Oktober 2023, menurut otoritas lokal. Area seluas 12.000 meter persegi di Rafah telah dihancurkan oleh tentara Israel, menjadikan kota ini contoh genosida dan pembersihan etnis modern. Lebih dari 85 persen jaringan pembuangan limbah di kota tersebut hancur, meningkatkan risiko wabah penyakit. Keseluruhan 12 pusat medis di Rafah tidak berfungsi, termasuk Rumah Sakit Abu Youssef al-Najjar yang dilumpuhkan oleh pasukan Israel. Serangan mereka juga merusak sekolah, lembaga pendidikan, dan masjid di Rafah.

Rafah, yang dihuni sekitar 300.000 orang dan mencakup 16 persen dari wilayah Gaza, sekarang berada dalam kondisi yang tidak layak huni. 22 dari 24 sumur air di Rafah hancur, menyebabkan ribuan orang kekurangan air minum. Sekitar 320 kilometer jalan di Rafah juga rusak, menambah kesulitan warga untuk beraktivitas. Otoritas setempat mendesak tekanan internasional terhadap Israel untuk menghentikan serangan, mengizinkan kembali para pengungsi, membuka jalur bantuan, dan memulai rekonstruksi kota yang hancur.

Benjamin Netanyahu berjanji untuk meningkatkan serangan ke Gaza, sementara Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan kepala pertahanannya atas tuduhan kejahatan perang dan terhadap kemanusiaan di Gaza. Lebih dari 50.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak Oktober 2023, termasuk perempuan dan anak-anak. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang di Gaza.

Ini adalah gambaran dari keadaan di Kota Rafah yang penuh dengan kehancuran dan penderitaan. Semua pihak terus berupaya untuk menyelesaikan konflik yang terus berlanjut di wilayah ini.

Source link