Desa Singojuruh di Banyuwangi semakin menegaskan identitasnya sebagai Bumi Angklung melalui acara kirab budaya Ruwat Rawat Singomanjuruh. Acara ini dihadiri oleh ribuan warga dari sembilan dusun dan menampilkan berbagai atraksi budaya dengan antusias. Setiap dusun memperlihatkan tema dan ciri khasnya sendiri, menambah semarak dalam kirab budaya tersebut.
Singojuruh dikenal sebagai desa yang kaya potensi bambu dan seni budaya, khususnya kesenian angklung caruk. Tradisi angklung caruk telah dikenal sejak tahun 1940-an di wilayah pasinan Singojuruh. Masyarakat Singojuruh bersama-sama mengangkat potensi dan identitas ini melalui berbagai pertunjukan seperti kirab budaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, memberikan apresiasi atas upaya warga Singojuruh dalam mempromosikan seni dan budaya lokal. Selain menjadi desa tematik Bumi Angklung, tantangan ke depan adalah mengembalikan popularitas Angklung Banyuwangi dan memperluas apresiasi terhadapnya. Dengan begitu, tradisi Angklung Caruk dapat dinikmati di berbagai daerah seperti dulu kala.

